Bandar Lampung 23 Januari 2025, Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi massa (Ormas) Islam terbesar di Indonesia yang kerap disebut bercorak tradisionalis. NU didirikan pada 31 Januari 1926 di Surabaya oleh beberapa ulama terkemuka saat itu, terutama KH Hasyim Asy’ari (Tebuireng, Jombang), KH Abdul Wahab Hasbullah (Tambakberas, Jombang), dan KH Bisri Sansuri (Denanyar, Jombang).
Jakarta, Selasa (22/1/2025)- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Anugerah Pendidikan NU yang menjadi salah satu bagian dari agenda Kongres Pendidikan NU di Hotel Bidakara,

Rektor ITS NU Lampung Prof. Dr. H. Subandi, M.M dinobatkan sebagai tokoh pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) terbaik se-indonesia tahun 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi, dan kontribusi beliau dalam memajukan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam lingkup Nahdlatul Ulama (NU). Penganugerahan ini juga menilai peran Prof. Dr. H. Subandi, M.M dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam sistem pendidikan, menjadikannya sebagai tokoh penting dalam pengembangan pendidikan berbasis karakter, akhlak, dan ilmu pengetahuan. Prof. Dr. Subandi, M. M. Dikenal sebagai sosok yang membawa ITS NU Lampung menjadi salah satu institusi pendidikan Nahdlatul Ulama terbaik.
Di bawah kepemimpinan beliau, ITS NU Lampung telah mengalami berbagai pembaruan dalam hal kurikulum, fasilitas, dan kualitas pengajaran. ITS NU Lampung terus berusaha untuk mengembangkan diri menjadi pusat pendidikan unggul yang memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengedepankan nilai-nilai agama, moral, dan kebangsaan.

Penghargaan ini diberikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai bentuk penghormatan terhadap individu-individu yang telah memberikan dedikasi dan inovasi luar biasa dalam dunia pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Dengan penghargaan ini, diharapkan dapat semakin mendorong pengembangan pendidikan yang lebih berkualitas di seluruh Indonesia, terutama yang berbasis pada prinsip-prinsip keilmuan, karakter, dan kebangsaan yang diusung oleh Nahdlatul Ulama (NU). (ES)

Prof. Dr. H. Subandi, M.M. benar-benar inspiratif dengan dedikasinya dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Penghargaan ini layak diberikan kepada beliau karena kontribusinya yang luar biasa dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. ITS NU Lampung yang dipimpin oleh beliau telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam kurikulum dan fasilitas. Pengembangan pendidikan berbasis karakter dan agama menjadi prioritas utama di institusi ini. Namun, bagaimana caranya agar kontribusi seperti ini bisa dicontoh oleh lembaga pendidikan lain di Indonesia? Apa kira-kira langkah konkret yang bisa dilakukan untuk mendorong lebih banyak lagi tokoh pendidikan seperti Prof. Dr. Subandi? Sungguh luar biasa melihat bagaimana pendidikan bisa berkembang dengan mengedepankan nilai-nilai moral dan kebangsaan. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi banyak orang untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan. Menurutmu, apa lagi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya yang berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan?