April 29, 2026

Program Studi Fisika Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITS NU) Lampung menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pelatihan Penggunaan Software Fisika untuk Pembelajaran Interaktif Materi Listrik dan Magnet di SMK Gajah Mada Bandar Lampung” pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan berlangsung satu hari penuh di SMK Gajah Mada Bandar Lampung dan diikuti oleh sekitar 33 peserta, terdiri atas siswa kelas X serta guru pendamping mata pelajaran IPAS.

Fisika kerap menjadi momok bagi siswa SMK. Konsep-konsep seperti listrik dan magnet dianggap terlalu abstrak karena selama ini hanya diajarkan melalui rumus dan papan tulis. Ketiadaan media pembelajaran yang memadai membuat siswa cenderung menghafal persamaan tanpa benar-benar memahami makna di baliknya. Tim Pengabdian Prodi Fisika ITS NU Lampung hadir untuk mengubah kondisi itu.

Melalui kegiatan PKM ini, tim pengabdian memperkenalkan PhET Interactive Simulations, sebuah platform simulasi fisika berbasis digital yang dikembangkan oleh University of Colorado Boulder dan dapat diakses secara gratis. Dengan PhET, siswa dapat secara langsung mengamati bagaimana listrik dan magnet bekerja tanpa harus menunggu peralatan laboratorium yang seringkali terbatas.

“Kami ingin siswa bisa merasakan sendiri bagaimana konsep fisika bekerja, bukan sekadar menghafal. Dengan simulasi, mereka bisa mengubah variabel, mengamati hasilnya, dan membangun intuisi fisika yang kuat sejak dini.” Apriana, S.Pd., M.Sc., Ketua Pelaksana PKM

Kegiatan dibuka secara resmi pukul 07.45 WIB oleh Ketua Pelaksana, Apriana, S.Pd., M.Sc. Sesi pertama diisi dengan penyampaian materi konsep dasar listrik dan magnet oleh Ainol Yaqin, S.Si., M.Si., yang memaparkan konsep secara sistematis agar peserta memiliki fondasi pemahaman yang kuat sebelum masuk ke simulasi.

Apriana kemudian memperkenalkan antarmuka dan fitur-fitur utama PhET Interactive Simulations kepada peserta. Pengenalan ini dirancang agar siswa dan guru dapat merasa nyaman dan percaya diri saat berinteraksi dengan software sebelum sesi demonstrasi dimulai. Demonstrasi simulasi materi listrik dan magnet secara langsung dipimpin oleh Ridho Hanan Asrowi, M.Si., yang memperagakan cara mengatur parameter percobaan virtual, mengubah variabel percobaan, serta menginterpretasikan hasil simulasi. Setiap peserta menjalankan sendiri simulasi PhET, mengeksplorasi berbagai skenario, dan mencatat hasil pengamatannya. Ruang kelas berubah menjadi laboratorium digital yang riuh dengan diskusi dan tawa saat angka-angka di layar merespons setiap perubahan yang dilakukan peserta.

Sesi diskusi dan analisis hasil simulasi memberikan ruang bagi peserta untuk mempresentasikan temuan mereka dan saling berdebat mengenai fenomena yang diamati. Diskusi ini menjadi ajang berpikir kritis yang jarang terjadi dalam pembelajaran konvensional. Sesi terakhir yakni sesi evaluasi berupa refleksi kegiatan dan pengumpulan umpan balik. Hasilnya akan dijadikan bahan perbaikan bagi pelaksanaan PKM serupa di masa depan.

PKM Prodi Fisika ITS NU Lampung ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak sarjana, tetapi juga hadir untuk memberdayakan komunitas pendidikan di sekitarnya. Dengan membawa teknologi simulasi ke dalam kelas kejuruan, tim dosen telah menanamkan benih rasa ingin tahu ilmiah yang diharapkan terus tumbuh pada generasi muda Lampung.


Editor : Rizki Fitra Ramadhan

Narasi : Tisar Dwi Pratiwi, M.Sc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *