May 14, 2026
WhatsApp Image 2026-05-13 at 11.33.45
Spread the love

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasi Agribisnis dari Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) melaksanakan sosialisasi pengabdian kepada masyarakat bertema “Optimalisasi Pemanfaatan Pisang Non Grade (Ukuran Kecil dan Overripe) Menjadi Produk Bernilai Tambah Berbasis Rumah Tangga” pada Minggu, 3 Mei 2026. Program tersebut berlangsung di Aula Toko Jasa Prima Elektrik, Dusun Negeri Ampai, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Sosialisasi ini merupakan praktik dari mata kuliah Pengembangan dan Pengorganisasian Masyarakat yang diampu oleh Suci Amalia, S.P., M.P. Pelaksanaan program juga menjadi bagian dari penerapan kurikulum Outcome Based Education (OBE), yakni pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada capaian kompetensi mahasiswa melalui pengalaman nyata di lapangan. Melalui kurikulum tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga dituntut mampu menerapkan ilmu secara langsung kepada masyarakat.

 

 

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan pisang non grade yang selama ini kurang dimanfaatkan dan kerap dibuang. Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman bahwa pisang non grade memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat dikembangkan dalam skala rumah tangga.

Acara dihadiri oleh perwakilan Kepala Desa Negeri Sakti, Bapak Apri Hadi, serta diikuti oleh 16 peserta, termasuk unsur pemerintah desa. Sementara itu, sebanyak 15 mahasiswa dan beberapa dosen yang turut terlibat sebagai tim pelaksana.

Rangkaian acara dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan, sambutan, doa bersama, penyampaian materi, hingga penutupan. Sebelum acara berakhir, tim pelaksana bersama tuan rumah, Saudara Suhendra Elde Coza, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasi dan antusiasme selama sosialisasi berlangsung.

Materi disampaikan oleh Saudara Eko Wahyudi selaku narasumber dari tim pelaksana. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai potensi pemanfaatan pisang non grade, teknik pengolahan produk, pentingnya pengemasan, serta strategi pemasaran agar produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Peserta terlihat antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Dalam sambutannya, Bapak Apri Hadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut.

“Kami sangat mendukung kegiatan sosialisasi ini karena memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat terkait pemanfaatan pisang non grade agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Kami juga berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi dapat terus berlanjut ke depannya melalui pendampingan dan praktik secara langsung kepada masyarakat,” ujar Apri Hadi.

Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah, Suci Amalia, S.P., M.P., menyampaikan bahwa sosialisasi semacam ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya belajar memahami teori, tetapi juga belajar bagaimana menghadapi kondisi nyata di lapangan dan memberikan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya, pengalaman seperti ini dapat membentuk mahasiswa yang lebih aktif, kreatif, dan memiliki jiwa pengabdian,” ungkapnya.

Program kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa, peserta, dan perwakilan pemerintah desa sebagai bentuk dokumentasi serta mempererat kebersamaan antara kampus dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *