May 14, 2026
IMG_6737.JPG
Spread the love

METRO, ITSNU-LAMPUNG.AC.ID – Mahasiswa program studi Pendidikan Vokasional Agribisnis Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Lampung melakukan langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Mengambil lokasi di Pusat Daur Ulang (PDU) Kota Metro, mereka berupaya mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah melalui konsep Ekonomi Sirkular.

Kegiatan yang dipandu oleh dosen pengampu, Andi Danata, AR., ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengelolaan limbah, tetapi juga menjadikannya sebagai laboratorium hidup untuk pembelajaran social entrepreneurship.

Membalik Cara Berpikir: Sampah Sebagai Sumber Daya Ekonomi sirkular hadir sebagai solusi di tengah meningkatnya volume sampah nasional yang mencapai puluhan juta ton setiap tahunnya. Berbeda dengan model ekonomi linier “ambil-pakai-buang”, ekonomi sirkular menekankan prinsip “mengolah dan memutar kembali”. Dalam konsep ini, limbah bukanlah akhir, melainkan awal dari nilai ekonomi yang baru.

“Kami ingin mahasiswa melihat bahwa pusat daur ulang bukan sekadar fasilitas teknis, melainkan ruang pembelajaran bagi wirausaha sosial. Di sini, nilai suatu material dipertahankan selama mungkin dalam sistem ekonomi,” ujar Andi Danata dalam keterangannya.

Edukasi Digital Melalui Konten Kreatif Salah satu poin menarik dalam kegiatan PKM ini adalah metode pendekatan yang digunakan. Mahasiswa Pendidikan Vokasional Agribisnis ITSNU Lampung tidak hanya melakukan sosialisasi konvensional, tetapi juga berperan sebagai kreator konten edukasi digital. Mereka mengemas pesan-pesan mengenai pentingnya daur ulang ke dalam bentuk video, infografis, dan narasi visual yang menarik.

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan zaman, di mana edukasi publik harus mampu mengubah cara berpikir (mindset) masyarakat, bukan sekadar memberikan informasi tambahan.

Sinergi Ekonomi Sirkular dan Agribisnis Sebagai bagian dari prodi Agribisnis, para mahasiswa juga mengeksplorasi potensi limbah organik menjadi produk bernilai tinggi bagi sektor pertanian. Limbah dapur yang selama ini dibuang, diproses menjadi kompos berkualitas untuk mendukung siklus produksi pangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Ketika masyarakat mulai menyadari bahwa sampah memiliki nilai ekonomi, terjadi perubahan perspektif yang signifikan. Motivasi untuk memilah sampah dari sumbernya pun meningkat karena mereka melihat adanya peluang ekonomi baru, seperti pembuatan kompos atau kerajinan tangan,” tambahnya.

Harapan dan Keberlanjutan Melalui kegiatan ini, ITSNU Lampung berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan solusi inovatif terhadap permasalahan lingkungan di Provinsi Lampung. Perubahan perilaku masyarakat memang tidak terjadi secara instan, namun dengan edukasi yang berkelanjutan dan peran aktif civitas akademika, konsep ekonomi sirkular diharapkan dapat menyapa kehidupan sehari-hari dan membawa berkah bagi lingkungan maupun ekonomi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *